Bahasa Indonesia-nya kata: macik (Bahasa Karo)
Berikut terjemahan dari kata macik:
Bahasa Indonesia-nya kata macik: busuk, berlubang di dalam (pada kayu)
macem:
asam
macal: sekali pun tidak dapat giliran
mabuk: berkeinginan sekali
mabo: bukan
mabar: tidak jadi
ma: huruf kedua bahasa Karo, singkatan dari mama (paman)
meluya: jemu, bosan (akibat banyak memakan lemak)
luya: jemu, bosan (akibat banyak memakan lemak)
lutung: nama binatang, lutung
lutu: tidak tahu apa yang hendak dikerjakan
ngelutlut: membungkus pusat bayi (serta merawatnya dengan sebaik-baiknya)
lutut: membungkus pusat bayi (serta merawatnya dengan sebaik-baiknya)
ngeluso: mencuci (biasa dikatakan untuk mencuci periuk / ember)
luso: mencuci (biasa dikatakan untuk mencuci periuk / ember)
erlusam: jorok, kotor
mada: punya, memiliki
madat: menangtuk
madi: daripada
maga: beraneka ragam ( bermacam-macam bentuk dan warna)
magak: ramalan
magan: kilat yang sangat tajam sinarnya
magar: memagar
magem: kabur
magem-magem: kabur
magen: kabar
magin: demam, diserang penyakit
mago: mampus, lekang
magun: hampir serupa
maha: salah satu cabang marga sem-biring
mahal: mahal
macal: sekali pun tidak dapat giliran
mabuk: berkeinginan sekali
mabo: bukan
mabar: tidak jadi
ma: huruf kedua bahasa Karo, singkatan dari mama (paman)
meluya: jemu, bosan (akibat banyak memakan lemak)
luya: jemu, bosan (akibat banyak memakan lemak)
lutung: nama binatang, lutung
lutu: tidak tahu apa yang hendak dikerjakan
ngelutlut: membungkus pusat bayi (serta merawatnya dengan sebaik-baiknya)
lutut: membungkus pusat bayi (serta merawatnya dengan sebaik-baiknya)
ngeluso: mencuci (biasa dikatakan untuk mencuci periuk / ember)
luso: mencuci (biasa dikatakan untuk mencuci periuk / ember)
erlusam: jorok, kotor
mada: punya, memiliki
madat: menangtuk
madi: daripada
maga: beraneka ragam ( bermacam-macam bentuk dan warna)
magak: ramalan
magan: kilat yang sangat tajam sinarnya
magar: memagar
magem: kabur
magem-magem: kabur
magen: kabar
magin: demam, diserang penyakit
mago: mampus, lekang
magun: hampir serupa
maha: salah satu cabang marga sem-biring
mahal: mahal